Sunday, May 17, 2020

KEMULIAAN LAILATUL QADAR

KEMULIAAN LAILATUL QADAR

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

➧ PENGERTIAN LAILATUL QADAR
Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِmalam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.

➧ DALIL LAILATUL QADAR
Berikut bunyi Surat Al Qadr ayat 1-5 beserta terjemahannya:


لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝  ۝ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ ۝ إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ
    تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ۝

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Qadr. Dan tahukah kamu apa malam Qadr itu? (yaitu) malam Qadr itu lebih baik dari malam seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.”

➧ KEUTAMAAN LAILATUR QADAR
1. Pahala ibadahnya sama dengan pahala beribadah selama seribu bulan
2. Malam tersebut malam yang tenang dan khidmat
3. Dosa dosa terdahulu diampuni oleh Allah SWT
4. Seluruh malaikat Allah turun ke bumi untuk menyaksikan malam itu

➧ KAPAN TERJADINYA LAILATUL QADAR?
Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan :
“ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” “ (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Lailatul Qadar kemungkinan akan “diwujudkan” oleh Allah pada malam ganjil, tetapi mengingat umat islam memulai awal puasa pada hari atau tanggal yang berbeda, maka umat islam yang menghendaki untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat “mencarinya” setiap malam.

➧ TIPS MENGGAPAI LAILATUL QADAR
1. Niat yang ikhlas dan tulus semata mata karena Allah SWT
2. Mengisi waktu luang dengan beribadah
3. Berjanji untuk benar benar taubat
4. Meminta maaf kepada siapapun yang pernah kita sakiti
5. Berdoa dengan rasa penuh harap
6. Mendekatkan diri pada Allah di setiap malam yang tersisa

Monday, May 11, 2020

7 KIAT MENGGAPAI PUASA RAMADHAN YANG SEMPURNA DIMATA ALLAH SWT

7 KIAT MENGGAPAI PUASA RAMADHAN YANG SEMPURNA DIMATA ALLAH SWT



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil a’lamin, wabihi nasta’in, wa ala umuriddunia waddin. wassholatu wassalamu a’la asyrofil anbiyai wal mursalin, sayyidina muhammadin wa a’la alihi wa shohbihi ajma’in. Amma ba’du.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat, rahmat, serta hidayahnya sehingga kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat wal afiat.
Tak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, suri tauladan kita, Baginda Nabiyullah Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita dari jalan yang gelap menuju jalan yang terang benderang yakni (Addinul Islam). Siapapun yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, pasti menginginkan kesempurnaan di Mata Allah SWT, bahkan dijanjikan derajat takwa bagi yang mengamalkannya sebulan penuh. Derajat ini tidaklah mustahil untuk diraih, namun butuh sedikit usaha dalam mencapainya

➤ TUJUAN IBADAH PUASA 
  1. Menahan nafsu dari berbagai syahwat, sehingga kita siap mendapatkan sesuatu (derajat takwa) yang menjadi puncak kebahagiaan (surga) dengan kehidupan abadi di dalamnya. 
  2. Menjalankan ibadah puasa berarti menjaga nafsu terhadap lapar dan dahaga, mengingat keadaan orang-orang yang menderita kelaparan di antara orang-orang miskin, hingga menyempitkan jalan setan dalam diri kita.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ 
مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِ

“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira ketika berbuka, dan ia bergembira ketika bertemu dengan rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa adalah untuk Tuhan semesta alam, tidak seperti amalan-amalan yang lain. Hal ini berarti kita diharuskan meninggalkan segala yang kita cintai karena kecintaan kita kepada Allah SWT.
Puasa juga berarti rahasia antara hamba dengan Tuhan. Bisa jadi kita menghindari hal-hal yang membatalkan puasa secara nyata, namun tidak diterima di sisi-Nya karena ingin dikatakan sedang berpuasa oleh orang lain. Puasa yang dilakukan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT merupakan hakikat puasa ramadhan yang sesungguhnya.

➤ MENJALANKAN PUASA RAMADHAN SEAKAN MENELADANI SIFAT ALLAH SWT
Upaya manusia meneladani sifat-sifat Allah, sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk. Hal ini juga didasari oleh hadis Nabi SAW yang yang berbunyi, “Takhallaqu bi akhlaq Allah” (Berakhlaklah (teladanilah) sifat-sifat Allah).
Allah SWT memperkenalkan diri-Nya antara lain sebagai tidak mempunyai anak atau istri: Bagaimana Dia memiliki anak, padahal Dia tidak memiliki istri? [QS Al-An’am: 101] Dan sesungguhnya Mahatinggi kebesaran Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak pula beranak [QS Al-Jin: 3].
Al-Quran juga memerintahkan Nabi SAW untuk menyampaikan, Apakah aku jadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan…? (QS Al-An’am [6]: 14).

➤ LANGKAH LANGKAH SUPAYA PUASA KITA SEMPURNA
  1. Mengoptimalkan Sahur
  2. Mengoptimalkan Berbuka
  3. Giat Membaca Al-Qur’anul Karim
  4. Mengkonsumsi Makanan Halal
  5. Memperbanyak Sedekah & Kebaikan
  6. Menjaga Seluruh Anggota Badan
  7. Menjaga Diri dari Syahwat (keinginan)

KEHEBATAN MUKJIZAT AL QUR’AN

KEHEBATAN MUKJIZAT AL QUR’AN

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Al Qur’an adalah sapaan sayang Allah kepada hambanya. Begitu banyak orang-  orang hebat tersungkur bersujud kepada Allah SWT. Karena sapaan sayang Al-Qur’an kepada mereka, mereka mengakui akan adanya Allah SWT. Banyak orang-orang pandai di luar sana bersujud kepada Allah SWT karena kehebatan Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang biologi, alam semesta dan ibran penciptaannya membuat akal mereka sampai pada titik bahwa itu semua pasti ciptaan Tuhan. Mereka dipilih oleh Allah SWT, menjadi orang-orang terpilih dan terbaik karena mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan mereka.
Rasulullah saw mengajarkan kepada kita,

خَيرُكُم مَن تَعَلَّمَ القُرآن وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Orang terbaik di antara kalian adalah pengkaji dan yang mau belajar Al-Qur’an dari sisi mana dia harus belajar dan kemudian setelah tahu, setelah berinteraksi dengan Al-Qur’an, mereka mengajarkannya. Hidupnya sibuk dengan Al-Qur’an. Dia menjadi orang yang terbaik. Kehidupannya dipenuhi dengan kemuliaan-kemuliaan hidup, karena dia memuliakan, menta’dhimi dan menjadikan Al-Qur’an berwibawa di hadapan manusia.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis lain,

اِنَّ الَّذِي لَيسَ فِى جَوفِهِ مِنَ القُرآنِ كَالبَيتِ الخَرِبِ
“Sungguh orang yang di dalam dirinya tidak terdapat sedikit pun dari Al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh.” (HR Tirmidzi)

Begitulah  hebatnya Al-Qur’an, begitulah sapaan kasih sayang dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih di bulan suci Ramadhan ini. Marilah kita memantaskan diri kita masing-masing agar menjadi orang-orang yang pantas untuk dipilih oleh Allah SWT. Marilah kita mencoba memperbaiki semua aktivitas kita masing-masing sehingga memang kita layak untuk dipilih oleh  Allah SWT menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh-Nya.
Al-Qur’an sanggup menjawab apapun permasalahan hidup yang kita hadapi. Itu adalah seperti yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsy:

مَن شَغَلَهُ القُرآنَ عَن ذِكرِي وَمَساَلَتي اَعَطَيتُهُ اَفضَلَ مَا اُعطِيَ السَّاءِلِينَ
Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Qur’an, sibuk mengkaji, menta’dhimi, mentadabburi, mengajarkan Al-Qur’an, sehingga dia lupa, tidak sempat berdzikir kepada Allah SWT, kesempatan berdzikirnya berkurang, dan dia tidak sempat memohon kepada Allah SWT. Maka Aku (Allah SWT) akan memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang diberikan kepada orang yang memohon kepada-Ku. Orang yang sibuk dengan Al-Qur’an. Allah SWT jamin kehidupannya disempurnakan oleh Allah SWT. Cita-citanya akan disempurnakan oleh Allah SWT. Permasalahan hidupnya akan diatasi oleh Allah SWT. Semua problematika hidup mereka akan diselesaikan oleh Allah SWT.

Di dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bersabda,

مَن قَرَاءَ القُرآنَ وَعَمِل بِمَا فِيهِ اُلبِسَ وَاِلدَاهُ تَجًا يَومَ القِيَامَة
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an, mengamalkan terhadap apa yang ada di dalamnya, senantiasa menta’dhimi dan mentadabburi Al-Qur’an, gemar, suka, hobi membaca Al-Qur’an, maka kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat.”

Mungkin di antara kita merasa kurang berbakti kepada orangtua, kurang memberikan yang terbaik kepada orangtua, maka berikan yang terbaik kepada orangtua berupa bacaan Al-Qur’an yang kita miliki.
Ada orang tua bertanya, “Saya kok menjadi semulia ini ya Robb. Padahal saya dulu tidak melakukan amal-amal ibadah yang mulia seperti ini ya Robb. Bagaimana ini bisa terjadi ya Robb?” Allah SWT menjawab, “Itu karena kehebatan putra putrimu yang membaca Al-Qur’an di setiap saat. Maka pembaca Al-Qur’an akan bisa memuliakan orangtuanya. Bisa mengangkat harkat derajat kebaktian dirinya kepada kedua ortunya. Akan mengangkat rasa baktinya kepada orangtuanya. Sekarang bergabunglah dengan putra putri anda masuk ke dalam surga.”
Itulah kehebatan Al-Qur’an. Mudah mudahan memotivasi kita untuk bisa lebih cinta, ta’dhim,  gandrung, suka lagi untuk membaca Al-Qur’an di setiap kesempatan. Kalimat thoyyibah yang terbaik di bulan suci Ramadhan dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para alim ulama adalah sebanyak mungkin untuk bisa membaca Al-Qur’an.
Hilangkan dan kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak bermakna, terutama di bulan suci Ramadhan ini agar Allah SWT mencintai kita, membanggakan kita sebagaimana kita mencintai, membanggakan, menta’dhimi, mentadabburi Al-Qur’an.

➧ BERIKUT HUKUM-HUKUM BACAAN AL-QUR’AN

HUKUM BACAAN
LAMA BACA


·       إِظْهَرحلقيٌ (terang/N) : ء  هـ  ع  ح  غ  خ
      Contohnya     : يَنْأَوْنَ، مِنْهُمْ، أَنْعَمْتَ، اَلْمُنْخَنِقَةُ

·        إِدْغَامٌ  (melebur/memasukkan)
1.      إِدْغَامٌ بِلاَغُنَّةْ (tak berdengung) : ل  ر 
Contohnya : مِنْ لَّدُنْهُ، مِنْ رَّبِّهِمْ
2.      إِدْغَامٌ بِغُنَّةْ (berdengung) : ي  ن  مـ  و
Contohnya     : مِنْ يَقُوْلُ، مِنْ نِعْمَةٍ، مِنْ مَالِ اللهِ، مِنْ وَلىِّ









1 alif


·        إِقْلاَبٌ (mengubah) : ب 
      Contohnya : أَنْبِئْهُمْ

·        إِخْفَاء حقيقي (samar) : ص ذ ث ك ج ش ق س د ط ز ف ت ض ظ
Contohnya : مَنْصُوْرًا، مُنْذِر، مَنْثُوْرًا، يَنْكُثُوْنَ، أَنْجَيْنَاكُمْ،

Ikhfa' Syafawi ب :
   Contohnya: وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ , عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ , وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ

Idgham Mislain/mimi :   مـ
Contohnya : قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ , لَهُمْ مَشَوْ , يَّسْتَفِزَّهُمْ مِنَ , عَلَيْهِمْ مِنَ











2 alif

Izhar Syafawi : Selain mim dan ba
Contohnya : لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , لَكُمْ دِينُكُمْ , وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ



 1 alif