Monday, May 11, 2020

KEHEBATAN MUKJIZAT AL QUR’AN


Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Al Qur’an adalah sapaan sayang Allah kepada hambanya. Begitu banyak orang-  orang hebat tersungkur bersujud kepada Allah SWT. Karena sapaan sayang Al-Qur’an kepada mereka, mereka mengakui akan adanya Allah SWT. Banyak orang-orang pandai di luar sana bersujud kepada Allah SWT karena kehebatan Al-Qur’an. Ayat-ayat tentang biologi, alam semesta dan ibran penciptaannya membuat akal mereka sampai pada titik bahwa itu semua pasti ciptaan Tuhan. Mereka dipilih oleh Allah SWT, menjadi orang-orang terpilih dan terbaik karena mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan tingkat ilmu pengetahuan mereka.
Rasulullah saw mengajarkan kepada kita,

خَيرُكُم مَن تَعَلَّمَ القُرآن وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Orang terbaik di antara kalian adalah pengkaji dan yang mau belajar Al-Qur’an dari sisi mana dia harus belajar dan kemudian setelah tahu, setelah berinteraksi dengan Al-Qur’an, mereka mengajarkannya. Hidupnya sibuk dengan Al-Qur’an. Dia menjadi orang yang terbaik. Kehidupannya dipenuhi dengan kemuliaan-kemuliaan hidup, karena dia memuliakan, menta’dhimi dan menjadikan Al-Qur’an berwibawa di hadapan manusia.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis lain,

اِنَّ الَّذِي لَيسَ فِى جَوفِهِ مِنَ القُرآنِ كَالبَيتِ الخَرِبِ
“Sungguh orang yang di dalam dirinya tidak terdapat sedikit pun dari Al-Qur’an bagaikan rumah yang runtuh.” (HR Tirmidzi)

Begitulah  hebatnya Al-Qur’an, begitulah sapaan kasih sayang dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih di bulan suci Ramadhan ini. Marilah kita memantaskan diri kita masing-masing agar menjadi orang-orang yang pantas untuk dipilih oleh Allah SWT. Marilah kita mencoba memperbaiki semua aktivitas kita masing-masing sehingga memang kita layak untuk dipilih oleh  Allah SWT menjadi orang-orang yang dimuliakan oleh-Nya.
Al-Qur’an sanggup menjawab apapun permasalahan hidup yang kita hadapi. Itu adalah seperti yang disabdakan oleh baginda Rasulullah SAW.
Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsy:

مَن شَغَلَهُ القُرآنَ عَن ذِكرِي وَمَساَلَتي اَعَطَيتُهُ اَفضَلَ مَا اُعطِيَ السَّاءِلِينَ
Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Qur’an, sibuk mengkaji, menta’dhimi, mentadabburi, mengajarkan Al-Qur’an, sehingga dia lupa, tidak sempat berdzikir kepada Allah SWT, kesempatan berdzikirnya berkurang, dan dia tidak sempat memohon kepada Allah SWT. Maka Aku (Allah SWT) akan memberikan sesuatu yang lebih dari apa yang diberikan kepada orang yang memohon kepada-Ku. Orang yang sibuk dengan Al-Qur’an. Allah SWT jamin kehidupannya disempurnakan oleh Allah SWT. Cita-citanya akan disempurnakan oleh Allah SWT. Permasalahan hidupnya akan diatasi oleh Allah SWT. Semua problematika hidup mereka akan diselesaikan oleh Allah SWT.

Di dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bersabda,

مَن قَرَاءَ القُرآنَ وَعَمِل بِمَا فِيهِ اُلبِسَ وَاِلدَاهُ تَجًا يَومَ القِيَامَة
“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an, mengamalkan terhadap apa yang ada di dalamnya, senantiasa menta’dhimi dan mentadabburi Al-Qur’an, gemar, suka, hobi membaca Al-Qur’an, maka kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota pada hari Kiamat.”

Mungkin di antara kita merasa kurang berbakti kepada orangtua, kurang memberikan yang terbaik kepada orangtua, maka berikan yang terbaik kepada orangtua berupa bacaan Al-Qur’an yang kita miliki.
Ada orang tua bertanya, “Saya kok menjadi semulia ini ya Robb. Padahal saya dulu tidak melakukan amal-amal ibadah yang mulia seperti ini ya Robb. Bagaimana ini bisa terjadi ya Robb?” Allah SWT menjawab, “Itu karena kehebatan putra putrimu yang membaca Al-Qur’an di setiap saat. Maka pembaca Al-Qur’an akan bisa memuliakan orangtuanya. Bisa mengangkat harkat derajat kebaktian dirinya kepada kedua ortunya. Akan mengangkat rasa baktinya kepada orangtuanya. Sekarang bergabunglah dengan putra putri anda masuk ke dalam surga.”
Itulah kehebatan Al-Qur’an. Mudah mudahan memotivasi kita untuk bisa lebih cinta, ta’dhim,  gandrung, suka lagi untuk membaca Al-Qur’an di setiap kesempatan. Kalimat thoyyibah yang terbaik di bulan suci Ramadhan dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para alim ulama adalah sebanyak mungkin untuk bisa membaca Al-Qur’an.
Hilangkan dan kurangi kegiatan-kegiatan yang tidak bermakna, terutama di bulan suci Ramadhan ini agar Allah SWT mencintai kita, membanggakan kita sebagaimana kita mencintai, membanggakan, menta’dhimi, mentadabburi Al-Qur’an.

➧ BERIKUT HUKUM-HUKUM BACAAN AL-QUR’AN

HUKUM BACAAN
LAMA BACA


·       إِظْهَرحلقيٌ (terang/N) : ء  هـ  ع  ح  غ  خ
      Contohnya     : يَنْأَوْنَ، مِنْهُمْ، أَنْعَمْتَ، اَلْمُنْخَنِقَةُ

·        إِدْغَامٌ  (melebur/memasukkan)
1.      إِدْغَامٌ بِلاَغُنَّةْ (tak berdengung) : ل  ر 
Contohnya : مِنْ لَّدُنْهُ، مِنْ رَّبِّهِمْ
2.      إِدْغَامٌ بِغُنَّةْ (berdengung) : ي  ن  مـ  و
Contohnya     : مِنْ يَقُوْلُ، مِنْ نِعْمَةٍ، مِنْ مَالِ اللهِ، مِنْ وَلىِّ









1 alif


·        إِقْلاَبٌ (mengubah) : ب 
      Contohnya : أَنْبِئْهُمْ

·        إِخْفَاء حقيقي (samar) : ص ذ ث ك ج ش ق س د ط ز ف ت ض ظ
Contohnya : مَنْصُوْرًا، مُنْذِر، مَنْثُوْرًا، يَنْكُثُوْنَ، أَنْجَيْنَاكُمْ،

Ikhfa' Syafawi ب :
   Contohnya: وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ , عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ , وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ

Idgham Mislain/mimi :   مـ
Contohnya : قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ , لَهُمْ مَشَوْ , يَّسْتَفِزَّهُمْ مِنَ , عَلَيْهِمْ مِنَ











2 alif

Izhar Syafawi : Selain mim dan ba
Contohnya : لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , لَكُمْ دِينُكُمْ , وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ



 1 alif


Previous Post
Next Post